Rabu, 13 Agustus 2008

SUPERMAN IS DEAD

. Sejak kapan sih Jerinx lebih peduli sama lingkungan hidup? Apa yang pertama kali bikin Jerinx tergerak untuk jadi orang yang lebih ramah lingkungan?

ada beberapa moment yang memotivasi saya untuk menjadi orang yang sedikit lebih peduli terhadap lingkungan. salah satunya adalah ketika saya melihat betapa kotornya pantai di Bali sekitar 4 tahun yang lalu. ini cukup menyakitkan hati mengingat Bali adalah destinasi pariwisata internasional. saya jadi ingin melakukan sesuatu. jadi semuanya bermula dari kecintaan saya terhadap Bali. dari sana saya berpikir, dengan musik saya akan coba melakukan suatu perubahan. mencoba menyebarkan pesan lewat apa yang saya bisa. kemudian 2 tahun yang lalu saya menemukan dvd dokumentari 'inconvenient truth' yang membuka lebar mata saya thd bahaya global warming. point saya, kamu tidak harus menjadi orang pintar untuk lebih mencintai lingkungan, lihat sekitarmu, buka hatimu dan kamu akan merasakan bagaimana bumi kita menangis saat ini.



2. Dalam kehidupan sehari-hari, apa aja yang Jerinxlakukan untuk mengurangi efek pemanasan global?
menghemat pemakaian listrik dan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor jika tidak diperlukan, memakai sepeda untuk transportasi jarak dekat sungguh menyenangkan!

3. Khususnya tentang sampah, ada enggak yang Jerinx lakukan untuk mengelola sampah, misalnya memisahkan sampah organik dengan an-organik, mendaur ulang sampah an-organik jadi benda-benda yang bisa dipakai lagi, atau mengurangi sampah plastik misalnya?
saya sebisa mungkin tidak memakai tas plastik/kresek jika berbelanja. kebiasaan ini saya mulai 4 tahun yang lalu. kadang saya ditatap agak aneh sama ibu penjaga warung ketika saya menolak diberikan tas kresek, tapi setelah saya jelaskan ini untuk mengurangi samapah plastik si ibu paling senyum2 aja, haha. kalau dirumah saya memisahkan sampah plastik, terutama botol munuman, dan memberikannya ke pemulung untuk mereka jual ke tempat daur ulang.

4. KaWanku pernah dengar cerita kalau SID setiap manggung selalu bawa kantong plastik sampah besar untuk memunguti sendiri sampah sisa-sisa pertunjukan. Bener enggak nih? He he he.
haha, ada beberapa konser amal yang pernah kita organize sendiri dan tema-nya menjaga kelestarian pantai di Bali. dalam konser2 spt itu, kita selalu concern thd kebersihan venue, jadi kita memastikan setelah konser venue tidak menjadi timbunan sampah seperti di konser2 yang lain. apalagi venue yang kita gunakan seperti pantai, kebersihan-nya harus sangat diperhatikan. jangan sampai kita bikin konser amal untuk pantai tapi kita sendiri malah bikin kotor pantai.

5. Dalam kaitannya dengan karya musik SID sendiri, ada rencana untuk membuat kemasan album atau show SID yang lebih ramah lingkungan enggak?
ide tsb sudah coba kita realisasikan dalam kemasan CD album Black Market Love yang tidak memakai plastik, dan untuk album berikutnya mungkin akan kita sertakan tips2 mengendarai sepeda gayung dengan aman? hahaha....

6. Belakangan efek pemanasan global makin terasa. Mulai dari iklim yang makin enggak menentu sampai krisis pangan. Kalau buat Jerinx sendiri, efek pemanasan global apa yang paling menakutkan?
global warming membuat hairwax dan eyeliner saya cepat mencair! haha, seriously, efek yang paling menakutkan bagi saya adalah tenggelamnya daratan karena mencairnya gletser. bayangin semua daratan tenggelam, how can we survive. that's heavy.

Makasih buat kesediaan Jerinx menjawab pertanyaan dari KaWanku. Ditunggu jawabannya ya. terima kasih juga buat pertanyaan-nya. keep spreading the positive messsage!



Permintaan Maaf untuk Ousiders Solo dan sekitarnya

Whoa, senang sekali rasanya ketika S.I.D mendapat undangan bermain di Solo untuk pertama kalinya. Mendarat di Jogja dengan senyum dan perjalanan 2 jam ke Solo tak terasa karena riuhnya tawa selama perjalanan. Ternyata Solo rame juga wisatawan asing-nya, fakta yang selama ini jarang kita kurang ketahui. Hehe.

Sejak sore hotel tempat kita stay sudah banyak dikunjung Outsiders Solo dan sekitarnya [Malang, Surabaya, Ponorogo, Jogja dll] dan setelah berbincang-bincang, bercanda dan foto-foto dengan mereka, kita menuju venue dengan sumringah karena mendapat info acaranya ramai sekali [sekitar 20.000 penonton]

Sesampai di venue, gila penontonya memang ramai sekali, bahkan untuk berjalan di sekitar backstage-pun susahnya bukan main. Saat kita ngobrol2 dgn anak-anak Endank Soekamti, berita kurang mengenakkan datang dari panitia: karena acara ngaret, durasi bermain kita dipotong dari 1 jam menjadi 20 menit karena ijin keramaian yang dipegang panitia hanya sampai jam 11 malam. Damn, kita mulai putar otak untuk merubah daftar lagu. Endank Soekamti bermain dengan apik dan mulus, dan kita pun bersiap-siap setelahnya.

Giliran S.I.D. Lagu pertama sampai lagu kedua berjalan mulus, sampai pada lagu ketiga ketika batu batu mulai berterbangan ke arah panggung, dari sebesar jempol sampai seukuran sepatu. Dan akhirnya sebuah batu/beton berukuran cukup besar menerjang tubuh saya, amarah pun memuncak! Walaupun tidak sakit sama sekali, kita merasa hak-hak kita sebagai manusia sedang diinjak-injak. Pelemparan tsb bagaikan percobaan pembunuhan. Bayangkan saja jika batu tsb menerjang kepala. Hanya Tuhan dan Elvis yang tahu kenapa batu-batu tersebut tidak sampai mencelakakan kita. Batu batu terus berterbangan, menerjang stand mic, ampli gitar, kamera dan lain lain. Dan sembari bermain kita dengan jelas dapat melihat pelaku pelemparan tidak lebih dari 10 orang. Dengan pengecut-nya mereka benar-benar lempar batu sembunyi tangan. Alasan mereka melempar juga tidak jelas, tapi sepertinya fitnah usang yang mengatakan S.I.D anti ras Jawa masih dipercaya mereka sebagai alasan untuk [kalau bisa] membunuh kita di panggung. 'Membunuh' mungkin terdengar sedikit too much but at least itu yang kita rasakan saat di panggung. Orang-orang ini memang benar-benar ingin menyakiti kita. Bayangkan, mentalitas seperti apa yang bisa membuat seorang remaja tanggung dengan ganasnya melemparkan batu [berukuran cukup besar] kearah seseorang? Sebegitu bencinya mereka dengan kita? Sebegitu sakitnya mereka? Apa yang salah dengan remaja-remaja ini?

Yang cukup disesalkan, pihak keamanan tampak kurang sigap menyikapi aksi pelemparan tsb, mereka tampak tidak terlalu peduli. Ketika batu menerjang panggung, mereka hanya menoleh darimana arah batu datang dan selanjutnya tidak melakukan apa apa. Tidak ada kenginan mereka untuk mencari si pelempar. Juga para Outsiders yang datang bersemangat dengan atribut bendera S.I.D dan lain lain, juga tampak tidak bisa berbuat apa apa melihat batu batu berterbangan. Padahal kita lihat jumlah Outsiders mencapai ratusan saat itu. Dan jumlah pelempar batu tidak lebih dari 10 orang. Kita tidak ingin mengadu domba siapapun, tapi jika saya mencintai/menghargai sebuah band dan melihat band tsb. dilempari dengan batu, saya akan melakukan sesuatu untuk menghentikannya, walaupun tidak dengan cara kekerasan, saya akan lakukan sesuatu. Kita punya hak untuk menikmati sebuah tontonan musik tanpa diganggu dengan cara cara barbar dan kampungan seperti itu. Tapi mungkin situasi saat itu yang sangat ramai tidak memungkinkan para Outsiders melakukan apa apa.

Kembali ke panggung, walau batu tak hentinya menyerang, S.I.D tetap bermain, kita tidak berlari mencari perlindungan. Kita tetap berdiri disana, diposisi target lemparan. Bahkan saat panitia dan polisi memaksa kita untuk menghentikan permainan, kita tetap membandel. Kita bermain sampai 7 lagu. Sampai akhirnya komandan polisi datang ke panggung dan ngamuk-ngamuk, barulah panitia dengan wajah pucat pasi memohon agar kita menghentikan set. Kita tidak ada pilhan lain, daripada panitia dipenjara karena melanggar ijin keramaian akhirnya kita pamit dari panggung.

Kebetulan saat itu ada dua teman kita dari Australia mengikuti S.I.D dari Bali ke Solo dan mereka hanya bisa geleng geleng kepala melihat aksi pelemparan yang tidak pernah mereka lihat dalam hidupnya. Mereka bilang ke saya "Saya sudah pernah ke ratusan konser di Australia dan Eropa, mulai konser kecil sampai festival besar, tidak pernah saya saksikan aksi sebodoh ini. Di Australia, para pelempar batu ini sudah pasti dihajar penonton lain dan masuk penjara. Mereka tidak punya respect sama sekali akan hak hak ribuan orang lain yang ingin menikmati konser" Dan saya bilang ke mereka "Yeah selamat datang di Indonesia yang hebat!"

Kesal, sedih, marah campur aduk di hati kita. Kita ingin sekali membahagiakan para Outsiders yang tidak sedikit dari mereka menempuh perjalanan 4 - 8 jam untuk menonton S.I.D di Solo. Tapi apa boleh buat, waktu yang terbatas membuat panitia dan polisi memaksa kita untuk berhenti. Dan saat ini kita hanya bisa meminta maaf sebesar-besar nya kepada para Outsiders. Jangan khawatir, S.I.D akan kembali lagi ke Solo. Dan buat para pelempar batu, tersenyumlah hari ini, karena pada saat kita datang lagi nanti, senyum kalian akan hilang. Cheers, Jrx


Merchandise Superman is Dead

Dear Outsiders, Pada akhirnya penyiapan materi untuk merchandise telah selesai dan telah siap untuk dipasarkan melalui Official website ini.

Kami telah menyiapkan sistem pemesanan yang sangat mudah dan dilakukan secara offline, cukup mendownload formulir pemesanan, melakukan transfer via Bank BCA , dan kemudian final step adalah mengirimkan melalui fax bukti pembayaran sekaligus formulir pemesanan yang telah diisi lengkap.

Kami telah meminimalis kendala yang Para outsider alami pada saat pemesanan merchandise- merchandise Superman Is Dead sebelumnya.

Terimakasih dan selamat menikmati fitur terbaru dari kami.

Cheers to Da Bone,
Administrator

HOT NEWS !!! Superman is Dead saat ini sedang berada di dalam studio rekaman untuk penyelesaian album baru, mohon doa restu para OutSider...Terimakasih.






Tidak ada komentar: